Senin, 24 Oktober 2011

Pengumuman 15 karya terbaik, lomba esai dalam rangkaian acara Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan IX 2011

15 karya terbaik lomba esai dalam rangkaian acara Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan IX 2011

Peringkat

Nama

Judul

1

Willibrodus Himang dan Cornel Dimas

Hudoq Dalam Pusaran Arus Modernisasi

2

Dendi Tri Suarno

Budaya Rumah Betang Sebagai Simbol Kebersamaan Kehidupan Suku Dayak

3

Alberto Deo Prawira

Bujang Dara Gawai Dayak di Era Modernisasi

4

Antonia Yunita Fitria

Rumah Betang Dahulu dan Sekarang

5

Aprima Rolis Yandi Ogam

Eksplorasi Budaya Dayak Lewat Tari Kreasi -Sebuah Testimoni-

6

Michael Yoga Anes

Religi Masyarakat Dayak Kanayatn: Fenomena Peralihan Dari Kepercayaan Lama ke Kepercayaan Baru

7

Thomy Ivan Delas

Tari Kreasi versus Tari Tradisional (DAYAK)

8

Agustinus Karnoto-Petrus Ryan Pramono-Julianus Pangureres

Nyangahatn' "Mantra kepada Penguasa Alam Atas dan Alam Bawah dari suku Dayak Kanayatn"

9

Kancilkus

Eksistensi Nupe'ng Suku Dayak Taba Ujunk di Kabupaten Sanggau

10

Dellis Pratika - Riza Mahendra

Iwurung Jue, Simbol Kesetiaan Masyarakat Suku Dayak Ma'anyan

11

Marsi Orina Opat

Memudarnya Penggunaan Bahasa Dayak Sebagai Suatu Kebudayaan Daerah di Kalangan Mahasiswa dan Mahasiswi Daerah Kalimantan Barat

12

Stevania Wita

Gawai Dayak : Mempertegas Identitas Budaya Dayak

13

Carolina Yulent Carlen

"Babansir" Upacara Adat Sakral Dayak Pesaguan

14

Yunita Lesi

Manakah Budaya Dayak yang Sangat Dibanggakan ???

15

Maria Theresa

Pentingnya Pelestarian Hutan Kalimantan dalam Menjaga Budaya Suku Dayak di Indonesia

Yogyakarta, 20 Oktober 2011

Tertanda:

Juri I: Y.M.V. Mudayen, S.Pd., M.Sc

Juri II: Yustina Kameng, S.Pd, M.Sc

Rabu, 24 Agustus 2011

Lomba Esai Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan IX 2011


Panitia Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan IX 2011

Salam Budaya,

Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan IX tahun 2011 (PSBDK) akan segera dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 20 – 22 Oktober 2011. Dalam rangkaian awal kegiatan tersebut, Panitia PSBDK IX bekerjasama dengan Lembaga Studi Dayak Yogyakarta mengadakan Lomba Esai dengan tema “Keunikan Budaya Dayak dimata Generasi Muda”. Lomba ini diselenggarakan untuk membangkitkan minat menulis, meneliti serta menggemari kebudayaan, khususnya budaya Dayak di kalangan generasi muda dan mahasiswa.

Berikut syarat dan ketentuan lomba:

1. Tema

“Keunikan Budaya Dayak dimata Generasi Muda”

Peserta dipersilakan mengembangkan tema sekreatif mungkin dengan berbagai sudut pandang, minat, penguasaan materi serta referensi. kreatifitas, sudut pandang dan aktualitas akan menjadi unsur penilaian.

2. Syarat dan Ketentuan Lomba

a) Peserta adalah mahasiswa dari berbagai kalangan yang sedang menempuh studi Diploma dan Strata Satu (mahasiswa aktif)

b) Dikuti oleh peserta perorangan atau kelompok (maksimal 3 orang)

c) Tulisan berbentuk esai dan belum pernah dipublikasikan (keaslian karya menjadi tanggungjawab peserta lomba)

d) Panjang tulisan 4 - 6 halaman

e) Menggunakan kertas ukuran A4

f) Ditulis menggunakan komputer memakai huruf Times New Roman ukuran 12 diketik dengan spasi 1,5

3. Aspek Penilaian

a) Kesesuaian dengan tema

b) Kedalaman unsur budaya Dayak yang ditonjolkan

c) Kejelasan ide (gagasan) yang ingin disampaikan

d) Kesesuaian isi dengan tema dan judul

e) Sistematika penulisan

4. Pengiriman Tulisan

a) Tulisan dikirim via pos ke alamat: Asrama Kalimantan Barat IV “JC. Oevaang Oeraay”, Jl. Kepuh, Gondo Kusuman III/1109 klitren, Yogyakarta 55222 serta email panitia: esai_psbdkix@yahoo.co.id dengan menggunakan format PDF

b) Batas akhir penerimaan tulisan di panitia pada 13 Oktober 2011 cap pos

c) Tulisan disertai nama penulis, fotokopi bukti diri (Kartu Tanda Mahasiswa), alamat domisili, serta nomor telepon/handphone

5. Pemenang dan Hadiah

a) Panitia menetapkan Juara I, II, III akan diberikan hadiah berupa uang tunai dan sertfikat:

Juara I : Rp. 750.000,-

Juara II : Rp. 550.000,-

Juara III : Rp. 350.000,-

b) Penentuan pemenang lomba akan diumumkan pada malam Penutup Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan IX 2011 (22 Oktober 2011)

c) Karya-karya terbaik menurut dewan juri (termasuk juara) akan diterbitkan dalam sebuah buku

d) Buku yang diterbitkan akan menjadi hak karya panitia

e) Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

f) Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia dengan contact person

Sdr. Michael Yoga Anes (081227791613)


Tertanda

Panitia PSBDK IX 2011

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Selasa, 14 Juni 2011

Michael Yoga Anes Resmi Jabat Ketua LSD 20011-2012

Michael Yoga Anes yang akrab dipanggil Mimik resmi menjabat sebagai ketua baru Lembaga Studi Dayak periode 20011-2012. Michael memperoleh suara mutlak pada pemilihan ketua LSD 12 juni lalu yang berlangsung di sekretariat bersama JC Oevang Oeraay Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Michael berharap lembaga ini mampu memberi sesuatu kepada masyarakat Dayak dan memperkenalkan Dayak kepada orang luar. "LSD mempunyai tantangan yang komplek dan diharapkan mampu menjalankan fungsinya sebagai lembaga pejuang idealisme dan studi mengenai kita orang-orang Dayak" ungkapnya.
Yulianus sebagai salah satu pembina LSD juga mendorong kepengurusan baru ini mampu menjalankan program yang selama ini belum dituntaskan kepengurusan lama. Yulianus juga mengungkapkan bahwa LSD cukup berhasil walau banyak kendala dalam perjalanannya.
Seperti diketahui sebelumnya, Lembaga yang berdiri tahun 2008 ini beberapa kali telah menyelenggarakan seminar nasional, diskusi publik, bedah buku, pelatihan tari bagi anak-anak sekolah, dengan mendatangkan nara sumber yang memahami betul kebudayaan masyarakat Kalimantan dan isu-isu nasional. LSD juga secara konsisten mengumpulkan literatur untuk bahan penelitian dan studi bagi siapa pun yang ingin mengetahui Dayak Kalimantan secara mendalam.

Selasa, 24 Mei 2011

Michael Yoga Anes Gantikan Bertus di LSD


LSD, Jogja.
Terkait tugas dan tanggungjawab Lembaga Studi Dayak dalam memperjuangkan nilai-nilai Dayak dalam intelektualitas dan kebudayaan, LSD melakukan pergantian kepengurusan pada tingkat atas. Hubertus Vinsensius Wake yang akrab di panggil Bertus yang juga adalah ketua LSD 2008-2011 akan mengakhiri tugas mulianya di tampuk kepemimpinan LSD.
Demi meningkatkan kinerja agar program-program LSD bisa dilanjutkan, maka dibentuklah kepengurusan baru sebagai pengurus pelaksana sementara LSD.
Michael Yoga Anes (Mimik) di daulat untuk mengantikan posisi Hubertus sebagai ketua pelaksana sementara tercatat 24 mei 2011, sampai waktu yang belum bisa ditentukan.
Menurut Bertus, Michael Yoga Anes merupakan sosok yang tepat untuk memimpin LSD kedepan karena sosok ini sudah tidak asing lagi di tubuh LSD.
Iwan Djola, Nila Riwut dan Yulianus sebagai pembina LSD ketika di hubungi oleh divisi blogger organisasi ini membenarkan pergantian tampuk pimpinan ini. Mereka berharap roh perjuangan LSd tetap bisa dilanjutkan oleh Michael Yoga Anes dan kawan-kawan LSD lainnya.

-Odop-

Senin, 09 Mei 2011

Informasi Buku Baru


Sinopsis

’DAYAK MENCARI SEBAYAN TUJUH SARUGA DALAM’ adalah kesengajaan. Ditambah lagi dengan sub judul: Pengalaman Nyata Seorang Pastor dalam Menyelami Religi Manusia Dayak. Rasanya sudah komplit dan mewakili buah pikir Penulis mengenai adat istiadat dan religi orang Dayak yang hidup sederhana, namun selalu merujuk pada kebesaran Sang Pencipta.

Dengan judul tersebut Penulis ingin menguak tabir misteri yang tersembunyi dalam lubuk hati Orang Dayak. ’Sebayan Tujuh Saruga Dalam’ merupakan ungkapan yang berarti "kehidupan kekal’.

Secara filosofis manusia Dayak memiliki dimensi hidup yang transendental yakni ketinggian hidup yang sempurna. Orang Dayak yang telah meninggal dunia mesti di adat kanjan, supaya arwah orang yang meninggal pergi ke ’Sebayan Tujuh Saruga Dalam’. Bagi yang beragama Katolik supaya ikut bangkit bersama Kristus.

Dalam praktik hidup sehari-hari, filosofinya adalah bahwa manusia Dayak akan terus belajar dan berjuang dalam mengarungi kehidupan dan keseimbangan dengan semesta kehidupan. Mereka haruslah berulah-batin, berlampahlaku mengurangi hawa nafsu dengan kekuatan jasmani dan rohani. Buku ini mengupas kehidupan religius orang Dayak dari sudut pandang kristiani, yang tidak pernah diketahui orang awam pada umumnya.


Penulis: PC. Dremono Harimurti, Pr (Pastor dengan beberapa gelar kehormatan dalam adat Dayak Pesaguan-Ketapang)

Editor: Al. Yan Sukanda, Penerima Penghargaan Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2007 oleh Menteri Kebudayaan.

Info pemesanan: Al. Yan Sukanda atau Tlp/sms 02748339494