Rabu, 24 Agustus 2011

Lomba Esai Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan IX 2011


Panitia Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan IX 2011

Salam Budaya,

Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan IX tahun 2011 (PSBDK) akan segera dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 20 – 22 Oktober 2011. Dalam rangkaian awal kegiatan tersebut, Panitia PSBDK IX bekerjasama dengan Lembaga Studi Dayak Yogyakarta mengadakan Lomba Esai dengan tema “Keunikan Budaya Dayak dimata Generasi Muda”. Lomba ini diselenggarakan untuk membangkitkan minat menulis, meneliti serta menggemari kebudayaan, khususnya budaya Dayak di kalangan generasi muda dan mahasiswa.

Berikut syarat dan ketentuan lomba:

1. Tema

“Keunikan Budaya Dayak dimata Generasi Muda”

Peserta dipersilakan mengembangkan tema sekreatif mungkin dengan berbagai sudut pandang, minat, penguasaan materi serta referensi. kreatifitas, sudut pandang dan aktualitas akan menjadi unsur penilaian.

2. Syarat dan Ketentuan Lomba

a) Peserta adalah mahasiswa dari berbagai kalangan yang sedang menempuh studi Diploma dan Strata Satu (mahasiswa aktif)

b) Dikuti oleh peserta perorangan atau kelompok (maksimal 3 orang)

c) Tulisan berbentuk esai dan belum pernah dipublikasikan (keaslian karya menjadi tanggungjawab peserta lomba)

d) Panjang tulisan 4 - 6 halaman

e) Menggunakan kertas ukuran A4

f) Ditulis menggunakan komputer memakai huruf Times New Roman ukuran 12 diketik dengan spasi 1,5

3. Aspek Penilaian

a) Kesesuaian dengan tema

b) Kedalaman unsur budaya Dayak yang ditonjolkan

c) Kejelasan ide (gagasan) yang ingin disampaikan

d) Kesesuaian isi dengan tema dan judul

e) Sistematika penulisan

4. Pengiriman Tulisan

a) Tulisan dikirim via pos ke alamat: Asrama Kalimantan Barat IV “JC. Oevaang Oeraay”, Jl. Kepuh, Gondo Kusuman III/1109 klitren, Yogyakarta 55222 serta email panitia: esai_psbdkix@yahoo.co.id dengan menggunakan format PDF

b) Batas akhir penerimaan tulisan di panitia pada 13 Oktober 2011 cap pos

c) Tulisan disertai nama penulis, fotokopi bukti diri (Kartu Tanda Mahasiswa), alamat domisili, serta nomor telepon/handphone

5. Pemenang dan Hadiah

a) Panitia menetapkan Juara I, II, III akan diberikan hadiah berupa uang tunai dan sertfikat:

Juara I : Rp. 750.000,-

Juara II : Rp. 550.000,-

Juara III : Rp. 350.000,-

b) Penentuan pemenang lomba akan diumumkan pada malam Penutup Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan IX 2011 (22 Oktober 2011)

c) Karya-karya terbaik menurut dewan juri (termasuk juara) akan diterbitkan dalam sebuah buku

d) Buku yang diterbitkan akan menjadi hak karya panitia

e) Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

f) Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia dengan contact person

Sdr. Michael Yoga Anes (081227791613)


Tertanda

Panitia PSBDK IX 2011

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Selasa, 14 Juni 2011

Michael Yoga Anes Resmi Jabat Ketua LSD 20011-2012

Michael Yoga Anes yang akrab dipanggil Mimik resmi menjabat sebagai ketua baru Lembaga Studi Dayak periode 20011-2012. Michael memperoleh suara mutlak pada pemilihan ketua LSD 12 juni lalu yang berlangsung di sekretariat bersama JC Oevang Oeraay Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Michael berharap lembaga ini mampu memberi sesuatu kepada masyarakat Dayak dan memperkenalkan Dayak kepada orang luar. "LSD mempunyai tantangan yang komplek dan diharapkan mampu menjalankan fungsinya sebagai lembaga pejuang idealisme dan studi mengenai kita orang-orang Dayak" ungkapnya.
Yulianus sebagai salah satu pembina LSD juga mendorong kepengurusan baru ini mampu menjalankan program yang selama ini belum dituntaskan kepengurusan lama. Yulianus juga mengungkapkan bahwa LSD cukup berhasil walau banyak kendala dalam perjalanannya.
Seperti diketahui sebelumnya, Lembaga yang berdiri tahun 2008 ini beberapa kali telah menyelenggarakan seminar nasional, diskusi publik, bedah buku, pelatihan tari bagi anak-anak sekolah, dengan mendatangkan nara sumber yang memahami betul kebudayaan masyarakat Kalimantan dan isu-isu nasional. LSD juga secara konsisten mengumpulkan literatur untuk bahan penelitian dan studi bagi siapa pun yang ingin mengetahui Dayak Kalimantan secara mendalam.

Selasa, 24 Mei 2011

Michael Yoga Anes Gantikan Bertus di LSD


LSD, Jogja.
Terkait tugas dan tanggungjawab Lembaga Studi Dayak dalam memperjuangkan nilai-nilai Dayak dalam intelektualitas dan kebudayaan, LSD melakukan pergantian kepengurusan pada tingkat atas. Hubertus Vinsensius Wake yang akrab di panggil Bertus yang juga adalah ketua LSD 2008-2011 akan mengakhiri tugas mulianya di tampuk kepemimpinan LSD.
Demi meningkatkan kinerja agar program-program LSD bisa dilanjutkan, maka dibentuklah kepengurusan baru sebagai pengurus pelaksana sementara LSD.
Michael Yoga Anes (Mimik) di daulat untuk mengantikan posisi Hubertus sebagai ketua pelaksana sementara tercatat 24 mei 2011, sampai waktu yang belum bisa ditentukan.
Menurut Bertus, Michael Yoga Anes merupakan sosok yang tepat untuk memimpin LSD kedepan karena sosok ini sudah tidak asing lagi di tubuh LSD.
Iwan Djola, Nila Riwut dan Yulianus sebagai pembina LSD ketika di hubungi oleh divisi blogger organisasi ini membenarkan pergantian tampuk pimpinan ini. Mereka berharap roh perjuangan LSd tetap bisa dilanjutkan oleh Michael Yoga Anes dan kawan-kawan LSD lainnya.

-Odop-

Senin, 09 Mei 2011

Informasi Buku Baru


Sinopsis

’DAYAK MENCARI SEBAYAN TUJUH SARUGA DALAM’ adalah kesengajaan. Ditambah lagi dengan sub judul: Pengalaman Nyata Seorang Pastor dalam Menyelami Religi Manusia Dayak. Rasanya sudah komplit dan mewakili buah pikir Penulis mengenai adat istiadat dan religi orang Dayak yang hidup sederhana, namun selalu merujuk pada kebesaran Sang Pencipta.

Dengan judul tersebut Penulis ingin menguak tabir misteri yang tersembunyi dalam lubuk hati Orang Dayak. ’Sebayan Tujuh Saruga Dalam’ merupakan ungkapan yang berarti "kehidupan kekal’.

Secara filosofis manusia Dayak memiliki dimensi hidup yang transendental yakni ketinggian hidup yang sempurna. Orang Dayak yang telah meninggal dunia mesti di adat kanjan, supaya arwah orang yang meninggal pergi ke ’Sebayan Tujuh Saruga Dalam’. Bagi yang beragama Katolik supaya ikut bangkit bersama Kristus.

Dalam praktik hidup sehari-hari, filosofinya adalah bahwa manusia Dayak akan terus belajar dan berjuang dalam mengarungi kehidupan dan keseimbangan dengan semesta kehidupan. Mereka haruslah berulah-batin, berlampahlaku mengurangi hawa nafsu dengan kekuatan jasmani dan rohani. Buku ini mengupas kehidupan religius orang Dayak dari sudut pandang kristiani, yang tidak pernah diketahui orang awam pada umumnya.


Penulis: PC. Dremono Harimurti, Pr (Pastor dengan beberapa gelar kehormatan dalam adat Dayak Pesaguan-Ketapang)

Editor: Al. Yan Sukanda, Penerima Penghargaan Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2007 oleh Menteri Kebudayaan.

Info pemesanan: Al. Yan Sukanda atau Tlp/sms 02748339494

Sabtu, 05 Maret 2011

MELANGKAH SEBAGAI PUTERI KALBAR _ Inspirasi Bagi Kaum Muda_

Menjadi bagian dari “pelaku” inspiratif kaum muda adalah harapan saya sejak dulu, ketika saya masih kanak – kanak. Entah mengapa pikiran tersebut selalu terbayang dalam benak saya. Melangkah sebagai teladan, sebagai seseorang yang mempunyai kemampuan untuk bisa menginspirasi orang lain selalu mejadi keinginan yang berusaha saya wujudkan dalam setiap kesempatan. Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk saya menyombongkan diri, melainkan saya ingin sekali kaum muda lainpun memimpikan hal yang sama dengan saya, untuk kemudian mewujudkannya.
Menjadi pribadi yang berkualitas, yang menjunjung tinggi penghargaan terhadap kemampuan diri dan mau menggali lebih dalam agar bisa berguna, baik itu untuk diri sendiri dan terlebih orang lain. Hal itu sebagai syarat yang menurut saya harus dilakukan, sebelum kita menjadi seorang inspirator.
Hal lain yang lebih membanggakan dan semakin membulatkan mimpi – mimpi saya adalah ketika saya terlahir sebagai seorang Putri Dayak asli, saya seorang gadis Dayak Ud Danum. Untuk hal ini, tidak seperti mimpi untuk menjadi seorang yang bisa menginspirasi orang, kali ini saya mengerti mengapa saya begitu bangga dan begitu termotivasi oleh darah Dayak yang mengalir dalam diri saya.
Dayak suku yang sering dipandang sebelah mata, setidaknya itu yang sering ada di dalam pikiran saya setiap saya mendengar atau mendapati fakta yang sering saya hadapi.
Sering ada pemikiran – pemikiran yang menilai Dayak rendah secara keseluruhan tanpa tahu pa yang sebenarnya terjadi. Mulai dari pendidikan yang minim, hidup di pulau yang belum terlalu mengenal modernisasi, tradisi yang masih primitif, dsb. Sedih sekali mendengarnya, karena saya mengetahui bahwa itu tak sepenuhnya benar, meski juga tak sepenuhnya salah. Dayak suku yang unik, dan keunikan itu menjadi suatu kekayaan.
Kebudayaan, kesenian, dan adat tradisi orang Dayak sungguh memiliki nilai yang tinggi. Selain itu, ada juga alasan – alasan lain yang sebenarnya bisa dikemukakan dan bisa dipertanggungjawabkan untuk menyikapi hal ini, tapi saya tak mengerti mengapa itu tak pernah
ada. Ataupun ada, tapi tetap tak mengubah paradigma orang lain terhadap Dayak.
Sebagai seorang gadis Dayak dan dipercaya sebagai Putri Indonesia Kalimantan Barat 2010, saya merasa ini anugerah yang tak terhingga. Ketika mimpi saya bisa menjadi nyata. Berbicara tentang hal ini, saya teringat gurauan – gurauan yang dulu saya dan teman – teman sering lakukan. Dulu, saya sering sekali berpura – pura berlenggak – lenggok sebagai seorang finalis Puteri Indonesia dan saya berkata kepada teman – teman saya bahwa percayalah, di tahun 2010 itu akan menjadi kenyataan. Semula perkataan itu murni hanya saya jadikan bahan gurauan, tanpa pernah bermaksud sekalipun untuk mewujudkannya.
Mengapa saya memilih tahun 2010? Sayapun tak mengerti, melintas begitu saja. Tapi ternyata keadaan berkata lain, tahun 2010, ketika saya sedang –dan sampai saat ini - mengecap pendidikan- di Yogyakarta, saya memutuskan untuk mengikuti seleksi Puteri Indonesia Kalimantan Barat tahun 2010 di Kota Pontianak, bertepatan dengan libur kuliah saya. Saya tahu, ini keputusan yang tidak gampang, mengingat akan banyak hal yang akan saya hadapi terlebih bila saya terpilih untuk mewakili Kalimanta Barat ke tingkat nasional, baik itu suka maupun duka.
Tapi itu tak menyurutkan niat saya. Saya tahu, ini salah satu jalan untuk saya mewujudkan mimpi saya. Menghargai kemampuan yang saya punya untuk kemudian menjadi seorang yang menginspirasi orang lain, khususnya dalam hal ini pemuda – pemudi Dayak.
Saya ingin semua orang tahu bahwa Dayak juga mempunyai generasi – generasi yang berkualitas. Yang tak bisa dipandang sebelah mata, bahwa orang Dayak juga bisa bersaing di tingkat nasional dan orang Dayak mengerti benar modernisasi. Tapi jangan salah dulu, bukannya saya hanya membela “kaum” saya, tapi saya ingin semua orang Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat, terinspirasi akan hal ini. Pemuda – pemudi Kalimantan Barat, yang mencintai -dan harusnya memang mencintai- tanah kelahirannya, tempat di mana ia hidup, mau memberi hal yang berarti bagi provinsinya.
Melangkah sebagai Puteri Indonesia Kalimantan Barat, lantas tak mengubah cara pandang saya. Karena toh cara pandang ini yang membuat saya bisa optimis terpilih menjadi salah satu Puteri Kalimantan Barat dan kini hal itu telah saya raih. Cara pandang yang ditanamkan oleh kedua orang tua saya sejak saya masih kecil untuk selalu optimis, rendah hati dan tulus. Menjadi Puteri Kalimantan Barat adalah berarti saya lebih termotivasi untuk bisa menyumbang lebih dan lebih untuk provinsi yang begitu saya cintai, provinsi tempat saya lahir, tumbuh dan berkembang, untuk Dayak dan bisa menjadi inspirasi bagi orang lain dengan segala kerendahatian.
Dari semua itu, saya berharap, semua generasi muda Kalimantan Barat, mau untuk terus membangun Kalimantan Barat dengan segala hal yang positif.
Salam…

*Puteri Indonesia Kalimantan Barat 2010,
Benedikta Thia

Rabu, 09 Juni 2010

Rencana Pembentukan Kepengurusan Baru

Rapat 10 juni 2010, sekber JCO
Rapat kali ini dipimpin oleh ketua LSD Hubertus V. Wake. dengan bahasan utama mengenai rencana pergantian kepengurusan baru di LSD. Pembahasan ini menjadi penting karena kepengurusan saat ini sudah cukup lama dan biss dianggap expired.

LSD ada didasarkan atas sebuah keinginan untuk memunculkan sebuah karakter pengetahuan dan budaya yang mampu menampung intelektualitas muda Dayak se Kalimantan dalam bentuk yang lebih luas. LSD tidak sekedar memunculkan sisi kebudayaan, namun sisi-sisi lain yang berkaitan dengan inteltktual muda Dayak. Artinya bahwa LSD ada muncul karena ingin mengakomodir berbagai kegiatan yang terkait kebudayaan, kehidupan social, sumber daya, pengetahuan, berbagai disiplin ilmu, dan lain sebagainya. LSD merupakan sebuah organisasi mandiri dibidang pengetahuan intelektual muda Dayak.

Selama ini LSD telah berusaha menjalankan program-program walaupun belum maksimal seperti yang diharapkan. Hal ini dikarenakan Lembaga ini baru berdiri dua tahun dan masih embrio untuk sebuah lembaga yang berharap menjadi besar.
Walaupun dalam perjalanannya LSD sempat mengalami kefakuman kegiatan, namun harapannya LSD tetap eksis.

Hasil akhir dari rapat kali ini telah dibentuk sebuah kepanitiaan kecil yang diketuai oleh Egi. Tugas utama dari kepanitiaan ini adalah untuk mempersiapkan pemilihan ketua baru LSD dimasa yang akan datang.

-Admin LSD-